Selasa, 13 Mei 2008

PERINTAH DASAR LINUX

HAFIDUN
2007420066


Perintah-Perintah Dasar Linux

chgrp

Perintah ini digunakan untuk merubah kepemilikan kelompok file atau direktori. Misalnya untuk memberi ijin pada kelompok atau grup agar dapat mengakses suatu file. Sintaks penulisannya adalah sbb:

# chgrp

chmod

Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu:



1. r untuk read,

2. w untuk write, dan

3. x untuk execute.

Dengan menggunakan letter coding, Anda dapat merubah permission diatas untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.

Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file coba1 kepada owner dan group, perintahnya adalah:

$ chmod ug+rx coba1

Untuk mencabut ijin-ijin tersebut:

$ chmod ug-rx coba1

Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute).

Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file coba2 kepada owner, perintahnya adalah:

$ chmod 700 coba2

Contoh lain, untuk memberi ijin baca(4) dan tulis(2) file coba3 kepada user, baca(4) saja kepada group dan other, perintahnya adalah:

$ chmod 644 coba3

Perhatian: Jika Anda hosting di server berbasis Linux, perintah ini sangat penting sekali bagi keamanan data Anda. Saya sarankan semua direktori yang tidak perlu Anda tulis di chmod 100 (jika Apache jalan sebagai current user (Anda)) atau di chmod 501 jika Apache jalan sebagai www-data atau nobody (user lain).

chown

Merubah user ID (owner) sebuah file atau direktori

$ chown


fg

Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di foreground. Lihat juga perintah bg diatas.

find

Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan. Misalnya akan dicari semua file yang berakhiran .doc di current direktori serta tampilkan hasilnya di layar:

$ find . -name *.doc -print

Contoh hasil:

. /public/docs/account.doc

. /public/docs/balance.doc

. /public/docs/statistik/prospek.doc

./public/docs/statistik/presconf.doc


gzip

ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file. Sintaksnya sangat sederhana:

$ gzip

Walaupun demikian Anda bisa memberikan parameter tertentu bila memerlukan kompresi file yang lebih baik, silakan melihat manual page-nya. Lihat juga file tar, unzip dan zip.

halt

Perintah ini hanya bisa dijalankan oleh super useratau Anda harus login sebagai root. Perintah ini untuk memberitahu kernel supaya mematikan sistem atau shutdown.

hostname

Untuk menampilkan host atau domain name sistem dan bisa pula digunakan untuk mengesset nama host sistem.

Contoh pemakaian:

[user@localhost mydirectoryname] $ hostname

localhost.localdomain


less

Fungsinya seperti perintah more.

login

Untuk masuk ke sistem dengan memasukkan login ID atau dapat juga digunakan untuk berpindah dari user satu ke user lainnya.

logout

Untuk keluar dari sistem.


man

Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.

$ man

mesg

Perintah ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan dilayar terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar Anda dengan write atau talk.

$ mesg y atau mesg n

Gunakan mesg n bila Anda tidak ingin diganggu dengan tampilan pesan-pesan dari user lain.


more

Mempaging halaman, seperti halnya less



pwd

Print working directory, atau untuk menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang berada.



shutdown

Perintah ini untuk mematikan sistem, seperti perintah halt. Pada beberapa sistem anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del.

su

Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.


talk

Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya.

tar

Menyimpan dan mengekstrak file dari media seperti tape drive atau hard disk. File arsip tersebut sering disebut sebagai file tar. Sintaknya sebagai berikut:

$ tar

Jumat, 09 Mei 2008

RUN LEVEL

HAFIDUN

2007420066



RUN LEVEL


RunLevel pada UNIX/Linux

Run level dapat di anggap status jalannya (larinya) daripada sebuah mesin.

Pada unix di definisikan 6 run level yang terbagi atas:


* runlevel 0: halt

* runlevel 1: single user mode

* runlevel 2-5: normal, bisa dikustomise sesuai kebutuhan. di debian yg dipakai (default) 2

* runlevel 6: reboot


Maka daripada itu bila mesin berada pada runlevel 0 berarti mesinnya sedang mati alias turned off, sedangkan kalau berada pada runlevel 6 berarti mesin sedang reboot, runlevel 1 single user mode, 2-5 normal.


OO, silakan dicoba dengan account root (tentu saja di mesin sendiri :):

# init 0, bisa digunakan untuk shutdown,

# init 6, maka mesin akan di reboot.

init x, masuk ke run level x


Tiap runlevel mempunyai direktori sendiri-sendiri tempat menyimpan script apa yg mesti dijalankan. Direktori tersebut biasanya di /etc/ (kalau redhat mungkin di /etc/rc.d/). Umpamanya untuk runlevel 0 ada di /etc/rc0.d/, 1 di /etc/rc1.d/ dan seterusnya.


Pada direktori tersebut nama arsip biasanya berbentuk seperti ini:

SXXnamascript atau KXXnamascript

yang merupakan symlink ke /etc/init.d/namascript.


S di situ artinya start, yg berarti init akan menjalankan /etc/init.d/namascript dengan argumen start


K artinya kill, yang berarti init akan menjalankan /etc/init.d/namascript dengan argumen stop


Umpamanya kalau ada arsip bernama S90apache berarti init akan menjalan /etc/init.d/apache start


Saat masuk suatu run level init akan menjalankan terlebih dahulu arsip-arsip yang namanya diawali huruf K kemudian baru yang diawali huruf S. Tapi kan yang namanya diawali K atau S banyak oom? Nah XX itu menyatakan urutan jalannya juga, lebih kecil lebih dulu. Jadi bila ada file S20ssh dan S90apache, maka ssh akan jalan terlebih dahulu.


Trus gimana kalau mau bikin startup script untuk program yang aku buat sendiri? Bikin suatu shell script yg menerima argumen start dan stop. kalau start jalankan programnya, kalau stop shutdown programnya. setelah itu simpan di /etc/init.d. (Di debian terdapat arsip /etc/init.d/skeleton yang bisa dijadikan starting poin). Setelah itu buat symlink2 berikut (misalnya nama scriptnya programku):


* ln -s /etc/init.d/programku /etc/rc2.d/S90programku

* ln -s /etc/init.d/programku /etc/rc0.d/K10programku

* ln -s /etc/init.d/programku /etc/rc1.d/K10programku

* ln -s /etc/init.d/programku /etc/rc6.d/K10programku


ganti rc2.d dengan runlevel yg sesuai (biasanya defaultnya mesin: grep initdefault /etc/inittab Kenapa S-nya 90 K-nya 10? nggak papa sebenarnya, tapi kalau menurut hemat aku sih, kalau jalan-nya belakangan, ya mati-nya mesti dulu (LIFO). Lalu di rc0-6 dibuat K karena kita ingin bila mesin di shutdown/restart/masuk single user mode, maka program distop dulu.









LILO/GRUB



Apa Itu LILO?


Untuk memuat kernel diperlukan sebuah program loader khusus. RedHat telah menyediakan sebuah program yang dinamakan LILO atau Linux Loader (Werner Almesberger). LILO digunakan untuk mesin Intel-compatible, sedangkan mesin lain seperti Digital Equipment Corp. menggunakan MILO. Alpha PC, SPARCH-compatible dapat menggunakan SILO.


Saya menggunakan LILO karena mesin saya adalah Intel-compatible.


Pada saat instalasi RedHat Linux ada pilihan untuk menginstalasi LILO Bila saat instalasi pilihan ini dilewati atau Skip, LILO bisa di instalasi sekarang dengan perintah /sbin/lilo.


Disamping dengan LILO, kernel juga dapat dimuat dari DOS dengan menggunakan program LOADLIN.EXE. Cara yang mudah adalah mencopy kernel dan LOADLIN. EXE ke partisi DOS, lalu untuk memboot komputer cukup dengan mengetikkan perintah ini dari prompt DOS:


c:loadlin c:vmlinuz root=/dev/hda3 ro


/dev/hda3 bisa diganti sesuai dengan partisi root Linux.



Instalasi


LILO dapat diistalasi dan ditempatkan pada salah satu partisi sbb:

Master Boot Record (MBR) dari hard disk.

Root Partisi Linux.

Floppy disk.

Untuk menginstalasinya sangat mudah yaitu dengan perintah lilo (terdapat di direktori /sbin). Dokumentasinya dapat dibaca di /usr/doc. Ada shell script, QuickInst yang digunakan untuk mengganti LILO yang telah di instalasi.

Edit dan konfigurasi sesuai kebutuhan file /etc/lilo.conf

Jalankan /sbin/lilo untuk mengaktifkannya

Beberapa file akan berubah selama instalasi LILO, berikut ini file-file yang dibuat atau berubah selama instalasi LILO:

/sbin/lilo -- map installer; keterangan lihat man lilo

/boot/boot.b -- boot loader

/boot/map -- boot map, berisi lokasi kernel

/etc/lilo.conf -- file konfigurasi LILO

Untuk mencegah kerusakan sistem atau sistem tidak bisa di boot maka sebaiknya buat dulu emergency boot disk



Konfigurasi


Sebelum mengkonfigurasi LILO, sebaiknya mengetahui sistem operasi yang ada di setiap partisi hard disk serta menentukan partisi untuk meletakkan LILO. Pada umumnya LILO diletakkan pada MBR. Bila ada sistem lain seperti OS/2, sebaiknya LILO diletakkan pada superblock partisi root karena MBR akan ditempati boot loader OS/2.


Bila Linux satu-satunya sistem operasi yang ada di hard disk atau memiliki sistem operasi Windows 95/NT, LILO bisa diletakkan di MBR. Perhatikan partisi masing-masing dengan cermat, misal Windows di /dev/hda1 dan Linux di /dev/hda2.


Umumnya LILO di instalasi setelah partisi hard disk dibuat dan setelah sistem operasi Linux atau yang lain sudah di instalasi.



Mengedit lilo.conf


Login sebagai root sebelum mengedit file ini. Buka dengan sembarang editor teks ASCII, misal vi.


Contoh file lilo.conf:


# Start LILO global section

Boot = /dev/hda

Prompt

Vga = normal

Ramdisk = 0

# End LILO global section

image = /vmlinuz

root = /dev/hda3

label = linux

other = /dev/hda1

label = dos

tabel = /dev/hda


Parameter selengkapnya:


boot=

memberitahu device yang memiliki boot sector. Boot sector dibaca dari device ini dan di mount sebagai root.

linear

Mengenerate linear sector addrress. Lihat dokumentasi LILO.

install=

Menginstal file yang telah ditentukan sebagi boot sector yang baru. Jika install tidak dipakai, /etc/lilo/boot.b dipakai sebagi default.

message=

Untuk menampilkan file teks, besarnya maksimum 65,535 byte.

verbose=

Menampilkan progress reporting. Option lain seperti -v dan -q. Lihat dokumentasi LILO.

backup=

Menyalin boot sector asli ke file .

force-backup

Sama dengan backup. Option ini menimpa salinan backup yang telah dibuat dan akan mengabaikan option backup bila keduanya dipakai.

prompt

Meminta masukan saat boot.

timeout=

Mengeset waktu tunggu keyboard sebelum menjalankan option berikutnya. Defaultnya 5 detik. Masukkan value 0 jika ingin LILO menunggu sampai ada masukkan dari keyboard.

serial=

Mengijinkan masukan dari serial line dan keyboard ke LILO.

ignore-table

Mengabaikan tabel partisi yang corrupt.

password=

Memasang password untuk melindungi boot images.



Uninstall LILO


Menghapus atau menguninstalasi LILO dari sistem sangat mudah, dengan perintah:


lilo -u


atau dari partisi aktif Linux yang lain atau partisi DOS dengan menggunakan fdisk.


Bila LILO di instalasi sebagai MBR, maka MBR asli sebelum ditempati LILO dapat di restore dengan cara mem-boot sistem dengan DOS, kemudian jalankan.


macam-macam shell
1.Bourne shell
2.Bourne again shell
3.C shell
4.Tenex C shell
5. Korn shell

Bourne shell
Bourne shell atau sh, merupakan shell Unix default pada Unix Version 7 dan menggantikan Thompson shell yang mana nama file eksekusinya adalah sama, yaitu sh juga. Bourne shell dibuat oleh Stephen Bourne dari AT&T Bell Laboratories dan pertama kali dirilis pada tahun 1977 pada rilis UNIX Version 7 dan didistribusikan ke kalangan universitas. Shell ini akhirnya menjadi shell default pada Unix yang populer. Program binary dari Bourne shell terletak pada direktori /bin/sh pada sebagian besar versi Unix.
Tujuan utama dibuatnya Bourne shell ini adalah untuk memanfaatkan fitur yang ada pada kernel Version 7 saat itu, yaitu:
List (argumen) parameter yang lebih besar, yang mana pada versi sebelumnya hanya terbatas sampai 127 bytes dan pada Version 7 ini dibatasi sampai dengan 8192 bytes.
Adanya environment variables. Fitur yang baru ada pada Version 7 ini bisa berguna untuk pertukaran informasi bagi program ketika sistem berjalan pertama kali.
Bourne shell juga pertama kali memperkenalkan fitur konvensi penggunaan file descriptor for error message, yang mana hal ini akan membolehkan kontrol secara program yang lebih luas selama proses scripting dengan jalan menjaga agar error message selalu terpisah dengan data.
Meskipun awalnya Bourne shell ditujukan sebagai sebuah command interpreter yang interaktif, tetapi Bourne shell mendapatkan popularitasnya sebagai suatu scripting language, apalagi dengan adanya publikasi buku yang berjudul The UNIX Programming Environment oleh Brian W. Kernighan dan Rob Pike. Ini merupakan buku komersial pertama yang membeberkan shell sebagai sebuah bahasa pemrograman dalam bentuk tutorial.
Selain Bourne shell, ada pula C shell (csh) yang didistribusikan dengan 4.1 BSD dan memanfaatkan fitur job control yang ada pada kernel BSD. Job control adalah suatu kemampuan untuk menghentikan sebuah program secara interaktif dan kemudian merestartnya pada beberapa waktu kemudian. Ini merupakan alasan dimana kemudian C shell mendapatkan popularitasnya sebagai suatu command interpreter. C shell menggunakan sintaks yang "seperti bahasa C" dalam pemrogramannya, tetapi ia tidak kompatibel dengan Bourne shell.
Selain C shell, ada pula Korn shell (ksh) yang ditulis kemudian oleh David Korn. Shell ini merupakan jalan tengah antara kedua shell sebelumnya, dimana sintaks lebih banyak mengacu pada Bourne shell dan fitur job controlnya banyak diambil dari C shell.
Shell yang lainnya adalah Bash, atau yang dikenal dengan Bourne-Again shell yang kemudian dibangun untuk GNU project. Shell ini mengambil fitur-fitur yang ada pada Bourne shell, csh dan ksh.

Bourne-Again shell
Bourne-Again shell lebih sering disebut dengan bash. Bash ini salah program dalam GNU Project yang menjadi shell yang paling banyak digunakan pada lingkungan *NIX. Bourne-Again shell merupakan pengembangan dari Bourne shell. Namanya diambil dari penciptanya, yakni Stephen Bourne. bash sendiri kemudian dikembangkan Brian Fox.
Saat ini, bash menjadi script' primer pada sistem Linux dan telah disertakan pula di Mac OS X Tiger.

C shell
C shell, yang di sebut sebagai csh, merupakan bagian dari Berkeley UNIX, yang dibuat untuk mengatasi keterbatasan dari shell Bourne terdahulu. Shell ini bukanlah Bourne Again Shell, yang menggunakan sebuah syntax yang mirip dengan C programming language.
Banyak distribusi linux menyertakan csh sebagaimana tcsh, sebuah versi perbaikan dari csh. Dalam csh, sebuah command “set” atau unset” menetapkan variable dan kata set atau unset harus di ketikkan : % set workdir /home/kaos/work dan % unset workdir.
Script startup dalam C shell mirip dengan yang terdapat pada bash. Sebuah script yang bernama cshrc di jalankan saat sebuah csh session dimulai.
Shell lainnya, termasuk korn shell, atau ksh , dan zsh(sebuah shell dengan sejumlah fitur yang tidak ada pada shell lainnya yang berguna untuk scripting), psh, perl shell, dan ash, yang menggunakan sebuah bahasa baik bagi penggunaan interaktif dan non interaktif.
Untuk mengetahui apakah anda memiliki shell ini, ketikkan info ksh, zsh, psh, atau ash dalam sebuah terminal dan lihatlah jika ada info yang muncul. Jika tidak, anda bisa mengakhirinya dengan man ‘shellname’ dan apropos ‘shellname’ untuk mengetahui lebih lanjut.